Boston (beritabasket.com) – Posisi center utama Boston Celtics bukan sekadar peran teknis di lapangan, melainkan simbol sejarah panjang salah satu waralaba tersukses di NBA. Setelah sebelumnya diisi nama-nama legendaris seperti Bill Russell, Dave Cowens, Robert Parish, hingga Kevin Garnett, kini tongkat estafet tersebut berada di tangan Neemias Queta.
Queta menunjukkan pemahaman mendalam terhadap besarnya tanggung jawab yang melekat pada peran tersebut. Pemain berusia 26 tahun itu disebut memandang kesempatan ini sebagai kehormatan besar, mengingat Celtics merupakan tim dengan tradisi juara terbanyak dalam sejarah NBA. Rasa apresiasi itu tercermin langsung melalui kontribusinya di lapangan.
Sepanjang musim ini, Queta berperan penting dalam kebangkitan performa Boston yang mampu meraih 10 kemenangan dari 13 pertandingan terakhir, sekaligus membawa rekor tim menjadi 15 kemenangan dan 10 kekalahan. Center setinggi tujuh kaki tersebut mencatatkan rata-rata terbaik sepanjang kariernya dengan 10,3 poin, 8,3 rebound, dan 1,3 blok per gim, serta akurasi tembakan mencapai 65,2 persen.
Tak hanya unggul dalam statistik dasar, Queta juga memimpin Celtics dalam sejumlah metrik lanjutan, seperti defensive rating, net rating, hingga persentase rebound. Catatan net rating miliknya bahkan menjadi yang terbaik kedua di Wilayah Timur NBA, hanya terpaut tipis dari center Detroit Pistons, Jaren Duren. Dalam kategori screen assist, Queta juga berada di posisi kedua Wilayah Timur.
Perkembangan pesat Queta turut menarik perhatian pelatih New York Knicks, Mike Brown, yang pernah bekerja sama dengannya saat masih bersama Sacramento Kings. Brown menilai Queta memiliki kombinasi fisik, mobilitas, dan insting bertahan yang kuat, serta menilai Boston sebagai lingkungan ideal bagi perkembangan sang pemain.
Di internal tim, Queta disebut mengalami peningkatan signifikan dalam hal penempatan posisi dan komunikasi permainan. Pelatih kepala Celtics, Joe Mazzulla, menekankan pentingnya bermain sesuai kekuatan masing-masing pemain, pendekatan yang dinilai sangat membantu Queta baik saat bermain di Boston maupun ketika memperkuat Maine Celtics di G League.
Secara teknis, Queta menjadi senjata efektif dalam skema pick-and-roll bersama Payton Pritchard dan Derrick White. Ia menempati peringkat lima besar NBA dalam perolehan poin sebagai roll man, dengan persentase penyelesaian terbaik di antara para pemain teratas kategori tersebut. Selain itu, perannya di area dunker spot membuat pertahanan lawan terpaksa membuka ruang, memberikan keuntungan bagi penetrasi pemain perimeter Celtics.
Perjalanan Queta menuju posisi inti tidaklah instan. Ia sempat menjalani peran terbatas di Sacramento, berjuang di G League, hingga hanya mendapat menit bermain terbatas dalam skuad juara Celtics. Kini, ia telah berkembang menjadi center utama yang konsisten dan berpengaruh.
Dengan kepercayaan diri yang terus terjaga serta etos kerja yang stabil, Queta dinilai berada di jalur yang tepat untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu big man penting di Wilayah Timur. Boston Celtics pun tampaknya telah menemukan sosok center yang mampu melanjutkan tradisi besar sekaligus menjadi fondasi masa depan tim. – SHI

