Boston (beritabasket.com) – Bintang Boston Celtics, Jaylen Brown, baru-baru ini mengenang perjalanan panjangnya bersama tim yang telah dibelanya hampir satu dekade. Dalam perbincangan santai bersama rekan setimnya, Derrick White, Brown berbicara terbuka mengenai sosok-sosok yang berperan penting dalam perkembangan kariernya di NBA.
Jaylen Brown telah menjadi bagian dari Boston Celtics sejak dipilih pada urutan ketiga NBA Draft 2016. Selama sembilan musim berseragam Celtics, Brown mencatatkan berbagai pencapaian gemilang, mulai dari empat kali terpilih sebagai NBA All-Star hingga meraih satu gelar juara NBA. Ia pun menyadari bahwa kesuksesan tersebut tidak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya sejak awal karier.
Dalam sesi podcast White Noise, Derrick White meminta Brown menyebutkan rekan setim yang paling berpengaruh selama membela Celtics. Nama-nama besar seperti Jayson Tatum atau Jrue Holiday sebenarnya bisa dengan mudah disebut. Namun, Brown justru memilih dua mantan rekan setim yang jarang mendapat sorotan publik.
Salah satu nama yang disebut Brown adalah Gerald Green. Menurutnya, Green memiliki peran besar saat Brown masih berjuang mendapatkan menit bermain di awal kariernya. Saat itu, persaingan antarpemain sayap di Celtics terbilang ketat.
“Ketika saya pertama kali datang ke Boston, ada banyak pemain sayap dan kami semua bersaing untuk mendapatkan kesempatan bermain,” ujar Jaylen Brown. Ia mengungkapkan bahwa tidak semua pemain benar-benar mendukung kehadirannya karena posisinya berpotensi mengurangi menit bermain mereka.
Berbeda dengan yang lain, Gerald Green justru memberikan dukungan tulus. Brown mengungkapkan bahwa Green selalu mendorongnya untuk percaya diri dan fokus pada potensi yang dimilikinya.
“Gerald Green berkata kepada saya, ‘Kamu punya peluang untuk menjadi pemain hebat. Jangan dengarkan omongan orang lain. Keluar dan tunjukkan versi terbaik dirimu,’” kenang Brown. Nasihat sederhana tersebut, menurutnya, masih menjadi sumber motivasi hingga sekarang.
Pengakuan Jaylen Brown ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju puncak karier tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh dukungan dan kepercayaan dari orang-orang di sekelilingnya, terutama di masa-masa awal yang penuh tantangan. –ANT

