Dallas (beritabasket.com) – Dallas Mavericks harus menelan kekalahan dramatis dari Utah Jazz dengan skor 133-140 melalui babak overtime. Meski demikian, laga ini tetap menjadi momen bersejarah bagi rookie Cooper Flagg yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan.
Flagg sudah menunjukkan dominasinya sejak paruh pertama. Ia mencetak 24 poin hingga halftime, menjadi torehan poin terbanyak yang pernah ia bukukan dalam satu babak sejak bermain di NBA.
Performa impresif tersebut berlanjut hingga akhir laga. Flagg menutup pertandingan dengan 42 poin, sekaligus menjadikannya rookie keempat dalam sejarah Dallas Mavericks yang mampu mencetak minimal 40 poin dalam satu gim. Sebelumnya, capaian serupa hanya diraih oleh Jay Vincent, Mark Aguirre, dan Roddy Beaubois.
Catatan 42 poin membuat Cooper Flagg resmi menjadi pemain termuda dan satu-satunya pemain berusia 18 tahun yang mampu mencetak 40 poin atau lebih dalam satu pertandingan NBA. Rekor ini melampaui capaian tertinggi pemain di bawah usia 19 tahun sebelumnya.
Tak hanya tajam dalam mencetak angka, Flagg juga tampil komplet. Ia masuk daftar elite sebagai rookie kelima dalam 15 tahun terakhir yang mencatatkan minimal 40 poin, lima rebound, dan lima assist. Dalam laga tersebut, ia menorehkan tujuh rebound dan enam assist.
Memasuki pertengahan musim, performa Cooper Flagg menunjukkan tren positif. Sebelum laga kontra Jazz, ia mencatatkan rata-rata 17,5 poin, 6,3 rebound, dan 3,4 assist per pertandingan, sekaligus memimpin Kia Rookie Ladder NBA.com.
Sebagai pilihan nomor satu NBA Draft, Flagg tampil semakin agresif dalam beberapa pekan terakhir. Dalam tujuh pertandingan terakhir, ia mencatatkan rata-rata 25,7 poin per gim, termasuk performa efektif dari garis lemparan bebas dengan 15 tembakan masuk dari 20 percobaan saat menghadapi Jazz.
Pada kuarter keempat, Flagg mencetak 12 poin dan berperan besar menjaga peluang Mavericks. Salah satu momen penting terjadi di detik akhir waktu normal, saat ia sengaja gagal memasukkan free throw untuk menciptakan peluang rebound yang berujung pada pelanggaran dan memaksa laga berlanjut ke overtime.
Dengan absennya beberapa pemain inti akibat cedera, termasuk Anthony Davis, performa Flagg menjadi indikasi kuat bahwa ia akan semakin diandalkan sebagai poros utama serangan Dallas Mavericks ke depan.
Meski mencetak rekor individu, Cooper Flagg tetap menunjukkan pendekatan yang matang. Ia lebih menitikberatkan pada proses peningkatan performa dan kontribusi terhadap tim dibanding pencapaian pribadi.
Penampilan gemilang ini memperkuat posisi Cooper Flagg sebagai rookie paling menonjol musim ini dan calon bintang masa depan NBA, sekaligus membuka peluang besar bagi Dallas Mavericks untuk membangun tim di sekelilingnya. –ANT

